Yuk Kenali Gejala Umum Disentri Beserta Faktor Risikonya

December 16, 2019 By e4t3or3kgnl
https://mediakonsumen.com/files/2018/02/ilustrasi-sakit-perut-diare-disentri.jpg

Sumber: Mediakonsumen.com

Menurut Halodoc.com, pengertian dari disentri merupakan peradangan pada usus yang bisa membuat seseorang diare yang disertai dengan darah dan juga lendir. Ketika seseorang terkena diare, secara otomatis orang tersebut akan lebih sering buang air besar. Namun, bentuk dari feses yang keluar bisa lembek atau bahkan cair.

Gejala Disentri

Gejala umum disentri antara lain berak darah dan berlendir, mual, muntah-muntah, demam, dan kram pada perut. Ketika seseorang terinfeksi, gejala ini muncul setelah 1 sampai 7 hari kemudian. Gejala yang dirasakan orang yang terinfeksi ini bisa selama 3 sampai 7 hari. Namun, bagi yang mengalami disentri amuba, lamanya gejala bisa terjadi selama 10 hari dari mulai orang tersebut terinfeksi. Gejala yang dirasakan pengidap yaitu hilang nafsu makan, turunnya berat badan, terasa nyeri ketika buang air besar, hilangnya nafsu makan, juga pendarahan ketika buang air besar.

Penyebab Disentri

Untuk penyebab  disentri sendiri terbagi menjadi dua, yaitu disentri basiler dan disentri amuba. Penjelasan mengenai disentri basiler yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri shigella dan yang paling sering ditemukan. Akan tetapi, tidak hanya bakteri tersebut yang bisa menyebabkan disentrim melainkan juga bakteri lain seperti bakteri E. Coli, Campylobacter, dan Salmonella.

Yang kedua adalah disentri amuba ialah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang memiliki sel satu yang disebut dengan Entamoeba histolytica. Untuk disentri amuba, kamu dapat menemukannya di lingkungan dengan kondisi yang tidak sehat. Disentri ini dapat menyebabkan komplikasi yang terjadi di dalam organ hati.

Sumber: obatpsoriasispalingmanjur.com

 

Diagnosis Disentri

Cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami disentri selain dengan gejala umum disentri ialah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Tahapan yang dilakukan yaitu wawancara kesehatan atau medis, memeriksa fisik, dan melakukan pemeriksaan lain contohnya seperti memeriksa sampel feses dari orang yang mengidap, tujuannya untuk mengetahui agar disentri diketahui penyebabnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan memeriksa sampel darah beserta USG pada perut. Apabila di dalam hasilnya terdapat komplikasi dengan disentri amuba, artinya orang tersebut mengidap abses hati.

Kemudian melakukan pemeriksaan kolonoskopi. Bagi kamu yang tidak mengetahui  kolonoskopi, tujuan dari pemeriksaan ini adalah agar pengidap mengetahui keadaan dari usus besar miliknya.

Komplikasi Disentri

Selain gejala umum disentri yang harus kamu ketahui, disentri juga bisa mengakibatkan komplikasi penyakit. Di antaranya adalah infeksi darah, komplikasi ini bisa terjadi pada orang-orang yang mempunya sistem kekebalan tubuh yang kurang, contohnya adalah kanker atau HIV/AIDS.

Kejang pun bisa termasuk menjadi komplikasi meski memang tidak sering terjadi.

Abses hati juga termasuk ke dalam komplikasi disentri yang penyebabnya adalah disentri amuba, penyakit ini pun bisa menyebar sampai ke otak dan paru-paru.

Post infectious arthritis, adalah komplikasi disentri yang disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella flexneri. Kamu bisa merasakan gejala dari penyakit ini setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun mengidap disentri. Gejala umum disentri untuk komplikasi post infectious arthritis ialah nyeri sendi, iritasi pada mata, dan juga terasa nyeri ketika kamu buang air kecil.

Sindrom hemolitik uremik, adalah komplikasi disentri yang diakibatkan oleh bakteri Shigella dysenteriae sehingga bisa membuat seseorang mendapat toxin yang bisa merusak sel darah merah di dalam tubuh.

Ketika kamu sudah mengalami gejala umum disentri, ada waktunya kamu untuk menghubungi dokter. Contohnya adalah muntah berulang kali dibarengi dengan diare yang berdarah atau berlendir. Lalu, apabila kamu mengalami turun berat badan yang sangat drastis juga mengalami gejala dehidrasi bahkan sampai benar-benar dehidrasi. Semoga artikel ini bermanfaat.