Sunday, December 16, 2018

Mengenal Karakteristik Burung Perenjak

Loading...

Loading...
Burung perenjak adalah jenis burung kicau yang masuk ke dalam skuku cisticolidae. Burung perenjak juga akrab di kenal dengan nama burung ciblek. Burung ini juga mempunyai nama dalam bahasa Inggris yaitu Bar-winged Prinia serta memiliki nama latin yaitu Prinia Familiaris Horsfield.

Burung perenjak banyak di sukai oleh para kicau mania karena memiliki ciri khas suara yang merdu serta bisa di ikut sertakan dalam perlombaan.

Selain itu, suara kicau burung perenjak juga bisa dijadikan sebagai masteran, baik untuk burung perenjak lain atau juga untuk burung kicau lainnya.

burung perenjak

Daya tarik inilah yang membuat burung perenjak tidak pernah sepi dari peminat. Dari dulu hingga saat ini, burung perenjak tidak pernah kekurangan peminat.

Ciri Ciri Burung Perenjak


Burung perenjak mempunyai postur tubuh yang bisa dibilang termasuk kecil jika dibandingkan dengan jenis burung kicau lain. Panjang tubuh keseluruhannya dari ujung paruh sampai ujung ekor yaitu sekitar 13 cm saja.

Burung Perenjak memiliki warna khas atau warna dasar coklat ke hijau-hijau zaitun, dada serta tenggorokannya memiliki warna putih, bagian perut sampai dengan bawah ekornya berwarna kuning, ada juga yang memiliki warna abu-abu pada bagian paha dan juga dadanya, serta yang paling umum adalah terdapat dua garis berwarna putih pada bagian sayapnya serta warna ekor yang hitam dan putih.

Bentuk paruhnya panjang meruncing. Bagian atasnya berwarna kehitaman serta bagian bawahnya berwarna kekuningan. Bentuk kakinya kecil dengan warna coklat yang kemerah-merahan atau pink.

Perbedaan Perenjak Jantan dan Betina


Secara umum, mungkin akan sedikit sulit untuk membedakan mana perenjak jantan dan mana perenjak betina. Tapi ada beberapa ciri pada yang bisa Anda lihat untuk membedakan keduanya.


  • Postur tubuh perenjak jantan lebih besar dari pada burung perenjak betina,
  • Ukuran ekor perenjak jantan lebih panjang dari pada betina,
  • Warna sayap perenjak jantan lebih gelap dari pada perenjak betina,
  • Paruh bawah burung perenjak betina lebih pucat, sementara yang jantan berwarna putih lebih terang dengan ujung yang berwarna hitam,
  • Saat masih anakan, burung perenjak jantan memiliki warna kuku yang lebih kusam dibandingkan dengan betinanya.


Pada sekitaran tahun 90-an, burung perenjak adalah jenis burung yang tidak memiliki nilai ekonomi. Maka tak heran jika pada saat itu, burung perenjak banyak sekali ditemukan di alam.

Karakter burung yang tidak mudah takut juga sering membuat burung perenjak dapat hidup berdampingan di pemukiman penduduk.

Tapi setelah nilai ekonomi burung perenjak semakin meningkat, banyak orang yang mulai menangkap burung perenjak di alam liar.

Karena karakternya yang mudah jinak, burung ini juga sangat mudah untuk di tangkat. Sehingga membuat ia semakin sulit untuk di temukan di alam liar sekarang ini.

Untuk melindungi populasinya, lebih baik kita belajar menangkarkan burung perenjak sedari sekarang. Hindari mengambil burung perenjak dari alam karena bisa berdampak buruk untuk masa depan.

Semoga burung perenjak bisa terus lestari di alam liar Indonesia, agar eksistensinya bisa terus kita nikmati sampai dengan ke anak cucu nanti. Terima kasih.


EmoticonEmoticon