Wednesday, August 29, 2018

Bacaan Doa, Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha (Lengkap)

Loading...

Loading...
Sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah istimewa selain sholat tahajud yang memiliki banyak keutamaan. Hadits-hadits terdahulu dan juga yang semisalnya menjelaskan bahwa shalat dhuha dilakukan pada waktu Dhuha (pagi hari) merupakan suatu hal yang baik lagi disukai.

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbit matahari sampai menjelang dzuhur.

Waktu sholat dhuha di mulai sejak terbitnya matahari hingga condong ke barat. Artinya, di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur.

tata cara sholat dhuha

Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:

waktu sholat dhuha

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan" (HR. Muslim)

Keutamaan Shalat Dhuha


Mengenai keutamaan shalat Dhuha, telah diriwayatkan beberapa hadits yang diantaranya dapat saya sebutkan sebagai berikut:

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda “Bagi masing-masing ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahtil (Laa Ilaaha Illallaah) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun juga sedekah, dan mencegah kemunkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha”. Diriwayatkan oleh Muslim.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud Secara Lengkap

Hadits Abud Darda dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Yang Maha perkasa lagi Maha mulia, dimana Allah berfirman. “Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, dia berkata : "Tidak ada yang memelihara shalat Dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwaab)”. Dan dia mengatakan, “Dan ia merupakan shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwaabin)”. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim.

Selain itu, di dalam hadits-hadits tersebut juga terkandung dalil yang menunjukkan disyariatkannya kaum muslimin untuk senantiasa mengerjakannya dan tidak ada riwayat yang menunjukkan diwajibkannya shalat dhuha.

Niat Shalat dhuha


Semua ulama berpendapat bahwa tempatnya niat adalah di hati, jadi tidak perlu di ucapkan/ dilafalkan. Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Shalat Dhuha


Shalat dhuha minimal di kerjakan sebanyak dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat.

rakaat sholat dhuha

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:


  1. Niat
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam


Doa Shalat Dhuha


Tidak terdapat doa khusus seusai sholat dhuha yang di ajarkan Rasulullah saw, bahkan kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Misalnya dalam Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji mazhab Imam Syafi’i. Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik.

Baca Juga: Hukum dan Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

Namun ada salah satu doa yang sangat popular yaitu:

doa sholat dhuha

Artinya:  “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Untuk lebih jelas tentang sholat dhuha, silahkan simak video di bawah ini


Alhamdulillah pembahasan tentang shalat dhuha sudah selesai. Semoga apa yang telah di bahas di atas dapat bermanfaat khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya untuk Anda.

Mohon maaf apa bila ada salah dan khilaf pada pembahasan ini. Sesungguhnya segala kebenaran datangnya dari Allah dan segala kesalahan dan khilaf datangnya murni dari dalam diri saya pribadi.


EmoticonEmoticon