Sunday, July 22, 2018

20 Sifat Mustahil Bagi Allah Lengkap Beserta Dalil dan Artinya

Loading...
Sebagai seorang muslim yang beriman, kita wajib mempercayai bahwa Allah adalah Tuhan yang maha Esa, tiada Tuhan selain Allah.

Selain itu, kita juga harus percaya bahwa Allah memiliki sifat yang wajib dan sifat yang mustahil.

Pembahasan kali ini, saya akan memberikan penjelasan tentang sifat mustahil bagi Allah, maksudnya adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah lengkap beserta pengertian dan dalilnya.

Untuk pembahasan sifat wajib Allah, saya sudah jelaskan di penjelasan yang terpisah.

Sebelum memulai pembahasan, hendaknya kita berdoa dulu agar Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk dapat dengan mudah memahami apa yang akan kita pelajari.

Sifat Mustahil Bagi Allah

Saya harapkan Anda dapat membaca seluruh isi materi pembahasan kali ini dengan lengkap agar tidak ada ilmu yang tertinggal atau hanya di ketahui setengah-setengah.

Untuk itu, silahkan sisihkan waktu 5 sampai dengan 10 menit saja untuk bisa membaca isi materi ini dengan lengkap.

Berikut pembahasannya...

1. Adam (Artinya Tiada)

Mustahil jika Allah itu tiada, karena seluruh alam semesta ini tidak mungkin tercipta begitu saja. Sifat Adam ini berlawanan dengan sifat Wujud yang artinya ada.

Kita harus mempercayai bahwa Allah itu ada, seperti yang telah dijelaskan dalam dalil naqli berikut ini:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan, menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d : 2)

2. Huduts (Artinya Ada yang Mendahului)

Tidak mungkin ada yang lebih dulu hadir dari pada Allah SWT. Allah adalah pencipta alam semesta ini. Tentu saja tidak ada yang diciptakan lebih dulu dari Penciptanya.

Sifat Huduts adalah sifat yang berlawanan dengan sifat Qidam.

Penjelasan tentang ini sudah tertulis di dalam Al Quran:

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)

3. Fana (Artinya Musnah)

Allah tidak akan pernah musnah dan binasah. Sebaliknya, Allah bersifat kekal untuk selama-lamanya.

Penjelasan ini sesuai dengan Al Quran:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)

Baca Juga: Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)

4. Mumatsalatu lil hawaditsi (Artinya Ada yang menyamai)

Tidak mungkin ada sesuatu di alam semesta ini yang bisa menyamai atau menandingi keagungan Allah sebab Allah lah yang paling berkuasa atas segala hal.

Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam Al Quran:

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)

5. Ihtiyaju lighairihi (Artinya Memerlukan yang lain)

Sebagai manusia, kita mungkin akan memerlukan yang lain untuk bisa bertahan hidup, namun tidak bagi Allah. Allah tidak memerlukan siapapun.

Allah mampu mewujudkan apapun dan mengatur segalanya dengan sempurna tanpa perlu bergantung dengan siapapun.

Penjelasan ini ada dalam Al Quran:

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)

“Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)

6. Ta’adud (Artinya Berbilang)

Allah itu Maha Esa (Tunggal). Tidak mungkin Allah berbilang atau ada lebih dari satu. Tidak ada sekutu bagi Allah, tidak beranak dan juga tidak diperanakan.

Bukti dari keesaan Allah tertulis dalam kalimat syahadat dan juga tertulis dalam Al Quran:

“Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163)

7. Ajzun (Artinya Lemah)

Allah itu tidak lemah, sebaliknya Allah itu maha kuasa atas segala hal yang ada di alam semesta ini. Tidak ada suatu apapun yang bisa menandingi kekuasaan Allah.

Hal ini telah dijelaskan dalam Al Quran:

“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah: 20)

8. Karahah (Artinya Terpaksa)

Tidak mungkin Allah memiliki sifat terpaksa karena Allah itu Maha Berkehendak atas segala sesuatu apapun yang ada di alam semesta ini. Dan jika Allah sudah berkehendak maka tidak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Penjelasan ini ada di dalam Al Quran:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasiin: 82)

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)

9. Jahlun (Artinya Bodoh)

Allah itu Maha Kaya dan Maha Mengetahui segala sesuatu bahkan yang di sembunyikan oleh kita dan yang tidak kita ketahui.

Maka mustahil bagi Allah memiliki sifat bodoh, karena Allah adalah adalah pencipta seluruh alam semesta ini dengan sempurna.

10. Mautun (Artinya Mati)

Allah itu tidak mungkin mati atau binasah, justru sebaliknya, Allah itu kekal semala-lamanya. Allah yang selalu mengawasi kita 24 jam tanpa henti tanpa tidur dan tanpa pernah lelah sedikitpun.

Hal ini di jelaskan dalam Al Quran:

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

11. Shamamun (Artinya Tuli)

Allah itu Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi semua sesuatu. Bahkan jika kita berbicara di dalam hati pun niscaya Allah akan mendengarnya.

Jadi tidak mungkin Allah itu tuli.

Hal ini sudah dijelaskan dalam Al Quran:

“Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).

12. Ama (Artinya Buta)

Allah itu Maha melihat. Tidak ada suatu apapun yang lupu dari pandangan-Nya. Sekalipun kita bersembunyi, niscala Allah akan mengetahuinya. Maka tidak mungkin Allah itu buta.

Penjelasan ini ada dalam Al Quran:

“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-syuro: 11)

13. Bakamun (Artinya Bisu)

Allah itu tidak Bisa. Allah berkata dan berfirman melalui Al Quran dengan sangat sempurna. Tidak ada yang bisa menandingi keindahan dari firman Allah.

Penjelasan ini bisa di lihat dalam Al Quran:

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)

14. Kaunuhu ‘ajiyan (Artinya Zat yang lemah)

Allah itu Maha kuasa atas segala hal. Allah juga yang telah menciptakan alam semesta ini dengan segala kesempurnaan. Untuk itu, tidak mungkin Allah bersifat lemah.

Penjelasan ini ada dalam Al Quran:

“Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah 109)

15. Kaunuhu karihan (Artinya Zat yang terpaksa)

Allah bukanlah Dzat yang terpaksa. Allah Maha Berkehendak atas segalnya yang ada di dunia ini. Jika Allah sudah berkehendak, apa yang tidak mungkin pun pasti terjadi.

Hal ini ada di dalam Al Quran:

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)

16. Kaunuhu jahilan (Artinya Zat yang sangat bodoh)

Allah yang menciptakan manusia di muka bumi ini. Banyak kita temui manusia yang pandai, maka Allah lebih pandai dari itu karena telah menciptakan makhluk yang pandai. Dan Allah itu Maha mengetahi segala sesuatu. Jadi tidak mungkin Allah itu Zat yang sangat bodoh.

17. Mayyitan (Artinya Zat yang mati)

Allah itu kekal, tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah binasa. Bahkan Allah selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat tanpa luput satu pun.

18. Kaunuhu ashamma (Artinya Zat yang tuli)

Tidak mungkin Allah itu tuli, sebab Allah Maha mendengar segala sesuatu. Kita berbicara pelan, bahkan di dalam hati sekalipun Allah akan mendengarnya.

19. Kaunuhu 'ama (Artinya Zat yang buta)

Allah selalu mengawasi setiap hambaNya 24 jam full tanpa pernah istirahat dan tidak pernah merasa lelah. Maka tidak mungkin Allah itu buta.

Setiap perbuatan yang kita lakukan, niscaya Allah akan mengetahuinya. Meskipun itu dilakukan sembunyi-sembunyi.

20. Kaunuhu abkama (Artinya Zat yang bisu)

Tidak mungkin Allah memiliki sifat bisu, sebab Allah telah berfirman melalui kitab-kitab suci Nya yang di turunkan kepada para Nabi.

Alhamdulillah pembahasan tentang sifat mustahil Bagi Allah telah selesai.

Semoga apa yang sudah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah keyakinan kita terhadap kebesaran Allah dan juga semakin memperkokoh iman dan takwa kita kepada Allah SWT.

Mohon maaf jika ada khilaf dan salah dalam pembahasan kali ini. Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan itu murni datangnya dari diri saya.
loading...

0 comments

Post a Comment