Monday, July 30, 2018

Niat dan Cara Memandikan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Secara Lengkap

Loading...

Loading...
Salah satu diantara banyaknya kewajiban seorang muslim adalah mengurus jenazah sesama muslim lain yang sudah meninggal dunia.

Apabila seorang muslim yang mengetahui ada saudara seimannya yang meninggal dan tidak ada yang mengurusi jenazahnya, maka orang yang mengetahui hal tersebut akan mendapatkan dosa.

Mengurusi jenazah bukan hanya sekedar memandikan, tetapi juga mulai mengkafani, mensholati dan menguburkannya dengan benar sesuai syariat agama Islam.

Mengurus jenazah memang tidak bisa sembarangan karena terdapat aturan yang wajib dan sunnah untuk di ikuti. Ditambah lagi, mengurus jenazah bukanlah hal yang dapat dilakukan secara rutin setiap saat karena tidak setiap saat juga ada orang di sekitar kita yang meninggal dunia.

Mungkin inilah yang menyebabkan banyak orang yang tidak begitu paham tentang cara mengurusi jenazah. Namun tetap itu bukanlah alasan untuk mengabaikan jenazah orang yang sudah meninggal.

Niat dan Cara Memandikan Jenazah

Untuk itu, Anda bisa membaca artikel ini dan menyimpannya apabila sewaktu-waktu ada orang di sekitar Anda yang meninggal dunia. Sehingga Anda akan dengan mudah membantunya karena sudah pernah mempelajarinya.

Namun sebelum itu, kita harus tahu dulu beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum memandikan jenazah, diantaranya adalah orang yang memandikannya, karena tidak semua orang memiliki keutaman untuk memandikan jenazah.

Lalu siapa saja orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan jenazah?

Untuk Mayyit Laki-laki

Beberapa orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan mayyit laki-laki dewasa diantaranya adalah bapaknya, kakeknya, keluarga terdekatnya, muhrimnya, istrinya dan orang yang telah diwasiatkannya.

Untuk Mayyit Perempuan

Beberapa orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan mayyit perempuan dewasa diantaranya adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita dan suaminya.

Untuk Mayyit Anak Laki-Laki dan Perempuan

Untuk mayyit anak perempuan di perbolehkan yang memandikannya adalah laki-laki dewasa, dan untuk mayyit anak laki-laki di perbolehkan yang memandikannya adalah perempuan dewasa.

Baca Juga: Cara Mengkafani Jenazah Secara Lengkap

Lantas bagaimana jika ada seorang perempuan yang meninggal dunia namun orang yang masih hidup hanya dari kaum laki-laki (tidak ada wanitanya) dan tidak memiliki suami?

Atau sebaliknya, seorang laki-laki yang meninggal dunia namun orang yang ada di sekitarnya yang masih hidup hanya ada wanita (tidak memiliki istri)?

Jawabannya adalah mayyit tersebut tidak perlu dimandikan namun hanya cukup di tayamumkan saya oleh seseorang diantara mereka menggunakan penutup tangan.

Hal ini berdasarkan dari hadist Nabi SAW yang artinya:

"Jika seorang perempuan meninggal di tempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal di tempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya maka kedua mayyit itu ditayamumkan, lalu dikuburkan, karena kedudukannya sama seperti tidak mendapat air" (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Selain itu, ada pula syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi seseorang yang hendak memandikan jenazah yaitu

Syarat Untuk Orang yang Hendak Memandikan Jenazah



  1. Muslim
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Jujur
  5. Sholeh
  6. Terpercaya
  7. Amanah
  8. Berniat memandikan jenazah
  9. Mengetahui hukum memandikan jenazah dan bisa memandikannya sesuai sunnah yang telah di ajarkan
  10. Bisa menutup aib si mayyit


Tidak semua mayyit wajib untuk dimandikan, ada beberapa hal yang bisa membuat si mayyit tidak perlu di mandikan dan ada juga beberapa hal yang mewajibkan di mayyit untuk di mandikan. Adapun kriteria mayyit yang wajib di mandikan adalah

1. Mayyit seorang muslim (bukan kafir)
2. Bukan bayi yang mengalami keguguran
3. Bukan bayi yang saat lahir sudah meninggal
4. Bukan mayyit yang mati syahid
5. Ada beberapa bagian tubuh mayyit yang bisa dimandikan

Setelah kita mengetahui syarat untuk memandikan jenazah dan jenazah seperti apa yang bisa di mandikan, maka sekarang kita masuk ke materi tentang cara memandikan jenazah.

Tata Cara Memandikan Jenazah Secara Lengkap


Persiapan yang perlu disediakan:

1. Tempat tertutup untuk memandikan jenazah
2. Air bersih secukupnya
3. Sabun mandi
4. Kapas secukupnya
5. Sarung tangan
6. Kapur barus

Praktik Cara Memandikan Jenazah

1. Letakan mayyit di tempat untuk memandikannya
2. Kenakan sarung tangan yang telah di sediakan
3. Bagi air bersih menjadi tiga bagian, pertama untuk dicampurkan dengan sabun, kedua untuk dicampurkan dengan kapur barus dan yang terakhir tetap air bersih
4. Istinjakkan mayyit terlebih dahulu
5. Bersihkan anggota tubuh mayyit mulai dari giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiak, celah jari tangan dan jari kaki serta rambunya
6. Keluarkan kotoran yang ada di dalam perut mayyit dengan cara menekan perutnya secara perlahan sambil menangkat bagian kepala mayyit sedikit saja
7. Setelah itu siram tubuh si mayyit menggunakan air sabun hingga bersih
8. Bilas menggunakan air bersih sambil mengucapkan niat memandikan jenazah

Niat Memandikan Jenazah Laki Laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: NAWAITUL GHUSLA ADAA'AN 'AN HAA-DZAL MAYYITI LILLAAHI TA'AALA

Artinya: Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala

Niat Memandikan Jenazah Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: NAWAITUL GHUSLA ADAA'AN 'AN HAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA'AALA

Artinya: Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta'ala

9. Selanjutnya bersihkan kembali mayyit menggunakan air bersih dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki dimulai dari yang sebelah kanan dan dilanjut ke sebelah kiri
10. Lalu miringkan mayyit ke sebelah kiri dan bersihkan bagian belakang tubuh mayyit sebelah kanan
11. Miringkan mayyit ke sebelah kanan dan bersihkan bagian belakang tubuh mayyit sebelah kiri
12. Siram kembali menggunakan air bersih
13. Selanjutnya siram jenazah menggunakan air campuran kapur barus

Baca Juga: Rukun, Niat, Cara dan Bacaan Sholat Jenazah 

Jika sudah selesai, maka dilanjutkan dengan mewudhukan jenazah.

Cara mewudhukan jenazah yaitu dengan mengucurkan air ke atas jenazah lalu dilanjutkan seperti berwudhu pada umumnya.

Baca Juga: Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Hadits

Sebelum itu, jangan lupa untuk mengucapkan niat wudhu. Adapun bacaan niat mewudhukan jenazah adalah

Niat mewudhukan jenazah laki-laki

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهَذَاالْمَيِّتِ للهِ تَعَالَى

Artinya: “aku berniat mewudukkan jenazah (lelaki) ini kerana Allah s.w.t”

Niat mewudhukan jenazah perempuan
                                                                                        نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ للهِ تَعَالَى

Artinya: "aku berniat mewudukkan jenazah (perempuan) ini kerana Allah s.w.t”

Setelah proses memandikan dan mewudhukan jenazah telah dilakukan, maka sekarang adalah waktunya untuk mengeringkan jenazah dengan cara di lap menggunakan lap atau handuk ke seluruh badan si mayyit.

Proses memandikan jenazah telah selesai di lakukan, dan pembahasan kali ini juga sudah selesai.

Jika Anda masih merasaa bingung dengan penjelasan di atas, Anda juga bisa langsung menyimak video berikut ini untuk lebih memahami cara memandika jenazah seara lengkap


Semoga apa yang sudah di sampaikan di atas dapat bermanfaat khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya untuk Anda.

Mohon maaf jika terdapat kekurangan, khilaf dan salah yang ada di pembahasan di atas. Sesungguhnya segala kebenaran datangnya dari Allah dan segala khilaf dan salah datangnya murni dari dalam diri saya pribadi.


EmoticonEmoticon