Monday, July 23, 2018

Arti Jazakallahu Khairan dan Jazakumullahu Khairan Serta Jawabannya

Apakah Anda pernah melakukan suatu kebaikan kepada orang lain lalu orang tersebut berkata Jazakallahu Khairan atau Jazakumullahu Khairan?

Lalu pada saat yang bersamaan Anda tidak mengerti dan bingung ingin menjawab apa?

Yuk mari kita sama-sama belajar, agar lebih banyak ilmu yang kita ketahui dan bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain...

Jazakallahu Khairan artinya adalah Semoga Allah Membalasmu dengan Kebaikan. Kalimat ini biasa digunakan oleh sesama muslim ketika mereka telah melakukan kebaikan.

Jazakallahu Khairan

Sama halnya dengan Jazakumullah Khairan yang memiliki arti Semoga allah Membalas Kalian dengan Kebaikan.

Kedua kalimat di atas sama-sama merupakan sebuah doa yang diberikan kepada seorang muslim lain yang telah berbuat baik kepada kita.

Lalu apa yang membedakannya? Silahkan simak penjelasan ini sampai selesai agar dapat dengan mudah di pahami.

Baca Juga: Bacaan Sholat Jenazah Lengkap

Kalau kita terjemahkan kalimat di atas berdasarkan satu persatu maka, Jazakallah artinya yaitu Semoga Allah membalasmu dan Khairan yaitu Kebaikan.

Oleh karena itu, penggunaan kalimat ini tidak bisa di pisahkan antara satu dengan yang lainnya. Jadi, jangan sampai kita mengucapkan kalimat ini hanya setengah saja ya, karena arti dari kalimat ini adalah doa. Masa iya doa setengah-setengah?

Tuntunan untuk menggunakan kalimat Jazakallahu Khairan ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Usmah bin Zain r.a, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Kitab Shahih Al jami’, no. 6368)

Dari hadist di atas, sudah jelas bahwa Rasulullah hanya menyebutkan Jazakallahu Khairan.

Namun di dalam keseharian kita, mungkin ada orang yang menambahkan kalimat ini dengan kata katsiran yang memiliki arti "Banyak". Sehingga ketika di sebutkan maka akan menjadi Jazakallahu Khairan Katsiran yang memiliki arti Semoga Allah Membalasmu dengan Kebaikan yang Banyak.

Baca Juga: Arti Barakallah Fii Umrik Secara Lengkap

Walaupun kalimat tersebut kedengarannya lebih sedap, namun alangkah lebih baik lagi kalau kita menggunakan "Jazakallahu Khairan" saja tanpa ada tambahan ataupun pengurangannya, hal ini tentu saja agar lebih sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah di dalam hadist, meskipun sebenarnya tidak ada larangan untuk menambahkannya.

Penggunaan Kalimat Jazakallahu Khairan Sesuai Lawan Bicara


Bahasa Arab memang tidak selalu sama dengan Bahasa Indonesia. Di dalam Bahasa Arab, berbeda antara pengucapan kepada satu orang, banyak orang, laki-laki ataupun perempuan.

Begitu pula dengan kalimat Jazakallahu Khairan


  1. Kalimat Jazakallahu Khairan ditunjukan kepada laki-laki tunggal
  2. Kalimat Jazakumullahu Khairan ditunjukan kepada laki-laki jamak
  3. Jazakillahu Khairan ditunjukan kepada perempuan tunggal
  4. Jazakunnallahu Khairan ditunjukan kepada perempuan jamak


Jawaban Untuk Kalimat Jazakallahu Khairan


Rasulullah SAW tidak menjelaskan secara pasti mengenai jawaban dari kalimat ini melalui dalil atau hadist-nya. Namun ada beberapa Ulama yang memberikan pendapat bahwa jawaban daru ucapan ini ada 2 yaitu dengan mendoakan kembali orang yang mengucapkan Jazakallahu Khairan dengan mengulangi ucapan tersebut seperti Wajazakallahu Khairan yang artinya Dan Semoga Allah Membalasmu Juga Dengan Kebaikan.

Baca Juga: Arti dari Syafakillah dan Syafakallah

Selain itu, bisa juga menjawab kalimat ini dengan kalimat Waiyyaka (untuk laki-laki tunggal), Waiyyaki (untuk perempuan tunggal) dan Waiyyakum (untuk jamak) yang ketiganya memiliki arti yaitu Dan Kepadamu Juga atau Dan Kepada Kalian Juga.

Kedua jawaban di atas memang diperbolehkan untuk digunakan karena ada kesinambungan dari segi maknanya. Namun para ulama lebih mengunggulkan jawaban pertama untuk digunakan. Wallahu a'lam

Baca Juga: Sifat Wajib Bagi Allah Lengkap Dengan Dalil dan Artinya

Alhamdulillah pembahasan materi kali ini sudah selesai. Semoga apa yang telah di tulis di dalam artikel ini bisa bermanfaat khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya bagi Anda.

Mohon maaf jika terdapat salah dan khilaf dalam artikel sederhana ini. Sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan murni datangnya dari diri saya pribadi.


EmoticonEmoticon