Thursday, July 26, 2018

Cara Mengkafani Jenazah Laki Laki dan Perempuan Secara Lengkap

Disadari atau tidak, masih banyak masyarakat kita yang kurang mengetahui bagaimana cara mengkafani jenazah secara baik dan benar sesuai dengan syariat, baik jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan.

Hal ini mungkin bisa jadi karena kurangnya pemahaman ilmu tentang hal tersebut atau mungkin karena sudah lama tidak belajar dan praktik.

Memang, mempraktikan cara ini secara langsung tidak bisa dilakukan dengan rutin karena tidak ditekahuinya kapan seseorang akan meninggal dan tidak tiap hari ada orang yang meninggal.

Walaupun demikian, mengurus jenazah seseorang adalah wajib hukumnya, maka kita secara tidak langsung wajib pula untuk bisa melakukannya mulai dari memandikan jenazah, mengkafani, mensholati sampai dengan ikut dalam menguburinya.

Terutama bagi anak-anak yang pada dasarnya akan ikut mewarisi kegiatan ini menggantikan para orang tua yang mungkin saat ini sudah rentan usianya.

Cara Mengkafani Jenazah

Untuk itulah artikel ini di buat agar dapat membantu Anda dalam mempelajari bagaimana cara mengkafani jenazah yang baik dan benar seusuai dengan sunnah.

Persiapan Sebelum Mengkafani Jenazah


Persiapan pertama adalah mengukur lebar jenazah. Ukuran kain kafan yang digunakan untuk lebar jenazah adalah 3 banding 1. Contohnya jika lebar tubuh jenazah adalah 30 cm maka lebar dari kain kafan yang harus disediakan adalah 90 cm.

Yang kedua adalah pengukuran tinggi badan jenazah

1. Jika panjang tubuh jenazah adalah 90 cm maka panjang kain kafan yang diperlukan adalah 120 cm. (ditambahkan 30 cm)
2. Jika tinggi badan jenazah adalah 120 cm, maka panjang kain kafan yang diperlukan adalah 160 cm. (ditambah 40 cm)
3. Jika tinggi badan jenazah adalah 150 cm, maka panjang kain kafan yang digunakan adalah 200 cm. (ditambah 50 cm)
4. Jika tinggi badan jenazah 180 cm, maka panjang kain kafan yang dibutuhkan adalah 240 cm. (ditambah 60 cm)

Baca Juga: Doa. Niat, dan Tata Cara Mandi Wajib

Penambahan panjang kain kafan dari panjang tubuh jenazah berguna untuk mengikat bagian atas kepala dan bagian kaki jenazah.

Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki


Jumlah kain kafan yang digunakan untuk jenazah laki-laki adalah 3 helai, ini sesuai dengan hadist nabi yang artinya

“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas, tanpa ada baju dan serban padanya, beliau dibalut dengan 3 kain tersebut."

Persiapan tali pengikat kain kafan


1. Untuk panjangnya, tali pengikat disesuaikan dengan ukuran kain kafan dan panjang tubuh jenazah. Contohnya lebar 60 cm, maka panjangnya adalah 180 cm.
2. Jumlah tali pengikat di usahakan ganjil, contohnya adalah 7 tali. Setelah itu tali pengikat di pintal lalu di letakkan dengan jarak yang sama di atas usungan jenazah.
3. Letakan seluruh helai kain kafan sama rata di atas tali pengikat yang telah terlebih dahulu di letakkan di atas usungan jenazah dengan catatan, bagian kepala lebih panjang dari bagian kaki.

Persiapan kain penutup aurat


1. Siapkan kain dengan lebar 25 cm dan panjang 100 cm untuk mayyit yang lebarnya 60 cm dan tingginya 180 cm. Potong kain dari atas ke bawah sehingga menyerupai bentuk popok bayi.
2. Letakan kain tersebut di atas ketiga helai yang telah di sediakan pada langkah "persiapan tali pengikat kain kafan". Atur posisi tepat pada bagian pinggul lalu letakan potongan kapas diatasnya.
3. Beri wewangian dan kapur barus di atas kain penutup aurat dan kain kafan yang menyentuk langsung tubuh mayyit.

Cara Memakai Kain Penutup Aurat


1. Pindahkan jenazah ke atas kain yang telah di sediakan pada langkah sebelumnya.
2. Berikan wewangian pada tubuh mayyit (utamakan di bagian anggota sujud)
3. Siapkan kapas yang telah diberi wangi-wangian, lalu letakan pada bagian lipatan-lipatan tubuh mayyit seperti di bagian ketiak dan lain-lain.
4. Letakan kedua tangan mayyit sejajar dengan tubuh (disamping), lalu ikat kain penutup aurat seperti memakaikan popok pada bayi dengan baik dan benar yang dimulai dari bagian sebelah kanan terlebih dahulu.

Cara Membalut Kain Kafan pada Jenazah


1. Balutkan kain kafan lapisan pertama kepada jenazah mulai dari sebelah kanan yang dimulai dari bagian kepala lalu ke badan dan ke kaki.

Baca Juga: Rukun, Niat, Cara, Bacaan dan Doa Sholat Jenazah Lengkap

2. Lakukan hal yang sama pada kain kafan di lapisan kedua dan ketiga

Cara Mengikat Tali Pengikat Jenazah


1. Ikat tali pengikat di mulai dari bagian atas kepala. Lalu sisa ikatan itu di lipat ke bagian wajah mayyit dan di ikat kembali menggunakan sisa dari bagian tali pengikat.
2. Kemudian ikat tali pengikat pada bagian kaki, kemudian sisa lipatan kain itu di lipat ke bagaian kaki dan di ikat lagi menggunakan sisa tali pengikat.
3. Lanjutkan tali pengikat jenazah di bagian tubuh yang lain dengan jarak yang sama.

Baca Juga: Niat dan Cara Memandikan Jenazah Lengkap

Yang perlu diperhatikan dalam proses mengikat tali adalah jangan terlalu keras dalam mengikatnya agar si mayyit tidak merasakan sakit di akhirat sana. Dan buatlah simpul ikatan tali di bagian kiri jenazah agar mempermudah dalam melepaskan tali pengikat pada saat mayyit di baringkan ke sebelah kanan dalam liang kuburnya nanti.

Cara Mengkafani Jenazah Perempuan


Untuk jenazah perempuan, kain yang diperlukan adalah sebanyak 5 helai yang terdiri dari dua helai kain, satu buah baju kurung dan satu lembar sarung beserta kerudungnya.

Untuk ukurannya di sesuaikan dengan ukuran tubuh jenazah, misalnya lebar tubuh jenazah adalah 50 cm dan tingginya adalah 150 cm, maka lebar dari kain kafannya adalah 150 cm dan panjangnya 200 cm (di tambah 50 cm)

Baca Juga: Bacaan Doa Untuk Orang yang Sedang Sakit

Untuk panjang tali pengikatnya yaitu 150 cm sama seperti lebar tubuh jenazah. Jumlahnya 7 utas tali.

Sama seperti cara mengkafani jenazah laki-laki, tali pengikat di pintal terlebih dahulu lalu di letakan sama rata jaraknya di atas usungan jenazah. Kemudian letakan 2 helai kain kafan di atasnya dengan membiarkan lebih panjang pada bagian atas kealanya.

Persiapan Membuat Baju Kurung Jenazah


1. Ukur tubuh mayyit dari bagian pundak sampai dengan bagian betis. Hasil ukuran tersebut lalu dikalikan 2.
2. Lipat menjadi dua bagian kain yang sudah di ukur.
3. Lubangi bagian tenah baju kurung untuk memasukan bagian kepala mayyit.
4. Bentangkan bagian bawah baju kurung, lalu lipat bagian atasnya. Letakan baju kurung di atas 2 helai kain kafan.

Persiapan Kain Sarung Jenazah


Ukuran kain sarung jenazah wanita yaitu 90 cm untuk lebarnya dan 150 cm untuk panjangnya.

Letakan kain sarung dengan terbentang di bagian atas dari Kain Kurung.

Persiapan Kerudung Jenazah

Ukuran dari kerudung jenazah adalah 90 cm kali 90 cm yang di letakan dengan cara terbentang di bagian atas kain kurung.

Persiapan Kain Penutup Aurat


1. Siapkan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm
2. Potong kain tersebut dimulai dari bagian bawah ke bagian atas dengan bentuk seperti popok.
3. Letakan kain penutup aurat di bagian atas kain sarung tepat pada bagian dudukan mayiit.
4. Letakan kapas yang sudah diberi wewangian di atas kain penutup aurat.
5. Beri wewangian dan kapur barus di atas kain penutup aurat, kain sarung dan baju kurungan jenazah.

Cara Memakai Kain Kafan Pada Jenazah


1. Pindahkan jenazah ke atas kain yang telah di sediakan pada langkah sebelumnya.
2. Berikan wewangian pada tubuh mayyit (utamakan di bagian anggota sujud)
3. Siapkan kapas yang telah diberi wangi-wangian, lalu letakan pada bagian lipatan-lipatan tubuh mayyit seperti di bagian ketiak dan lain-lain.
4. Letakan kedua tangan mayyit sejajar dengan tubuh (disamping), lalu pakaikan kain sarung, baju kurung dan kerudung pada mayyit.

ikat kain penutup aurat seperti memakaikan popok pada bayi dengan baik dan benar yang dimulai dari bagian sebelah kanan terlebih dahulu.

Cara Membalut Kain Kafan pada Jenazah


1. Balutkan kain kafan lapisan pertama kepada jenazah mulai dari sebelah kanan yang dimulai dari bagian kepala lalu ke badan dan ke kaki.
2. Lakukan hal yang sama pada kain kafan di lapisan kedua

Cara Mengikat Tali Pengikat Jenazah


1. Ikat tali pengikat di mulai dari bagian atas kepala. Lalu sisa ikatan itu di lipat ke bagian wajah mayyit dan di ikat kembali menggunakan sisa dari bagian tali pengikat.
2. Kemudian ikat tali pengikat pada bagian kaki, kemudian sisa lipatan kain itu di lipat ke bagaian kaki dan di ikat lagi menggunakan sisa tali pengikat.
3. Lanjutkan tali pengikat jenazah di bagian tubuh yang lain dengan jarak yang sama.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha Secara Lengkap

Yang perlu diperhatikan dalam proses mengikat tali adalah jangan terlalu keras dalam mengikatnya agar si mayyit tidak merasakan sakit di akhirat sana. Dan buatlah simpul ikatan tali di bagian kiri jenazah agar mempermudah dalam melepaskan tali pengikat pada saat mayyit di baringkan ke sebelah kanan dalam liang kuburnya nanti.

Jika sampai sini Anda masih bingung dengan cara tiatas, maka siahkan tonton video praktik mengkafani jenazah berikut ini.


Alhamdulillah pembahasan kali ini telah selesai, semoga apa yang sudah di bahas pada artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Mohon maaf jika apa yang sudah di jelaskan masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Sesungguhnya kebenaran itu hanya milik Allah dan segala khilaf dan salah adalah murni datangnya dari diri saya pribadi.


EmoticonEmoticon